Tujuh Belas

Tulus

(Muda jiwa, selamanya muda)

(Kisah kita abadi selamanya)

(Muda jiwa, selamanya muda)

(Kisah kita abadi selamanya)

Masihkah kau mengingat di saat kita masih 17?

Waktu di mana tanggal-tanggal merah terasa sungguh meriah

Masihkah kauingat cobaan terberat kita, Matematika?

Masihkah engkau ingat lagu di radio yang merdu mengudara?

Kita masih sebebas itu

Rasa takut yang tak pernah mengganggu

Batas naluri bahaya

Dulu tingginya lebihi logika

Putaran Bumi dan waktu yang terus berjalan menempa kita

Walau kini kita terpisah, namun, jiwaku tetap di sana (hey)

(Di masa masih sebebas itu) oh, di masa

Rasa takut yang tak pernah mengganggu

Di masa naluri bahaya

Dulu tingginya lebihi logika

Muda jiwa, selamanya muda

Kisah kita abadi selamanya

(Kita masih sebebas itu) kita masih sebebas itu

(Rasa takut yang tak pernah mengganggu)

Rasa takut yang tak pernah mengganggu

(Batas naluri bahaya, oh-oh)

(Dulu tingginya lebihi logika)

Sederas apa pun arus di hidupmu

Genggam terus kenangan tentang kita

Seberapa pun dewasa mengujimu

Takkan lebih dari yang engkau bisa

Dan kisah kita abadi untuk s'lama-lamanya

Unduh .lrc WhatsApp