[00:01.36] (Muda jiwa, selamanya muda) [00:05.56] (Kisah kita abadi selamanya) [00:10.06] (Muda jiwa, selamanya muda) [00:14.36] (Kisah kita abadi selamanya) [00:21.82] Masihkah kau mengingat di saat kita masih 17? [00:29.49] Waktu di mana tanggal-tanggal merah terasa sungguh meriah [00:39.14] Masihkah kauingat cobaan terberat kita, Matematika? [00:46.85] Masihkah engkau ingat lagu di radio yang merdu mengudara? [00:56.84] Kita masih sebebas itu [01:01.08] Rasa takut yang tak pernah mengganggu [01:04.93] Batas naluri bahaya [01:09.43] Dulu tingginya lebihi logika [01:14.97] [01:33.44] Putaran Bumi dan waktu yang terus berjalan menempa kita [01:41.70] Walau kini kita terpisah, namun, jiwaku tetap di sana (hey) [01:50.48] (Di masa masih sebebas itu) oh, di masa [01:54.27] Rasa takut yang tak pernah mengganggu [01:59.22] Di masa naluri bahaya [02:03.33] Dulu tingginya lebihi logika [02:08.98] [02:26.13] Muda jiwa, selamanya muda [02:30.01] Kisah kita abadi selamanya [02:36.89] (Kita masih sebebas itu) kita masih sebebas itu [02:41.51] (Rasa takut yang tak pernah mengganggu) [02:44.63] Rasa takut yang tak pernah mengganggu [02:46.17] (Batas naluri bahaya, oh-oh) [02:51.25] (Dulu tingginya lebihi logika) [02:54.42] Sederas apa pun arus di hidupmu [02:58.72] Genggam terus kenangan tentang kita [03:03.48] Seberapa pun dewasa mengujimu [03:07.69] Takkan lebih dari yang engkau bisa [03:12.30] Dan kisah kita abadi untuk s'lama-lamanya [03:18.00]