[00:22.96] Lihatlah kau tampak lelah tlah jauh mengarah [00:27.58] Di separuh abad usia genap kau melangkah [00:32.49] Lambat cerita tersirat dirimu terjerat [00:37.32] Di tak banyak pilihan mencoba kau bertahan [00:41.63] Rasa takut kan lapar buatmu ingkar [00:46.04] Nurani serahkan akal berfikir dangkal [00:50.78] Putuskan cepat berlari mereka mencari [00:55.57] Hilang sembunyi penjahat mencoba tak terlihat [01:11.05] Naas di ujung peluru pun lengah kau tebak [01:15.62] Di tengah pelarian gelisah kau terjebak [01:20.44] Terus pungkiri dan pertaruhkan nyawamu [01:25.29] Demi di tiap detik berharganya waktumu [01:28.86] Sudahlah nyata tak dapat kau ubah [01:38.31] Paradigma yang tercipta pandai kelabui mata [01:48.03] Dan menepilah [01:52.45] Samar langkah yang kau punya [01:57.29] Senyawa dalam derita [02:02.10] Haru dan tawa dunia penuhi udara kita [02:10.10] Tak mungkin terbantah terperangkap kita di dalam benar dan salah dunia [02:36.29] Keringkan bajumu pertegas langkahmu [02:41.16] Sesal takkan jadi akhir penentu [02:46.04] Harapan yang baru menunggu untuk kau sentuh [02:55.57] Lihatlah kau kini bertahan disini [03:00.27] Demi harga mati yang kau sepakati [03:05.18] Luka ini kawan nikmati saja nikmati [03:14.53] Sudahlah nyata tak dapat kau ubah [03:23.76] Paradigma yang tercipta pandai kelabui mata [03:33.62] Dan menepilah oh [03:38.13] Samar langkah yang kau punya [03:43.03] Senyawa dalam derita [03:47.85] Haru dan tawa dunia penuhi udara kita [03:55.60] Tak mungkin terbantah terperangkap kita di dalam benar dan salah dunia