[00:16.95] Kau putar sekali lagi Champs-Élysées [00:22.05] Lidah kita bertaut à la Française [00:27.55] Langit sungguh jingga itu sore [00:32.45] Dan kau masih milikku [00:37.38] Kita tak pernah suka air mata [00:42.22] Berangkatlah sendiri ke Djuanda [00:47.52] Tiap kali langit meremang jingga [00:52.53] Aku 'kan merindukanmu [00:57.88] Ah, kau puan kelana [01:02.63] Mengapa musti ke sana? [01:08.00] Jauh-jauh puan kembara [01:12.82] Sedang dunia punya luka yang sama [01:19.34] Mari, puan kelana [01:24.58] Jangan tinggalkan hamba [01:29.07] Toh hujan sama menakjubkannya [01:33.85] Di Paris atau di tiap sudut Surabaya [01:42.99] René Descartes, Molière, dan Maupassant [01:48.23] Kau penuhi kepalaku yang kosong [01:53.37] Dan Perancis membuat kita sombong [01:58.36] Saat kau masih milikku [02:03.35] Kita tetap membenci air mata [02:08.33] Tiada kabar, tiada berita [02:13.55] Meski senja tak selalu tampak jingga [02:18.24] Aku terus merindukanmu [02:23.40] Ah, kau puan kelana [02:28.76] Mengapa musti ke sana? [02:33.67] Jauh-jauh puan kembara [02:38.71] Sedang dunia punya luka yang sama [02:45.18] Mari, puan kelana [02:50.45] Jangan tinggalkan hamba [02:54.91] Toh, anggur sama memabukkannya [03:00.13] Entah Merlot, entah Cap Orang Tua [03:06.51] Aih, puan kelana [03:11.57] Mengapa musti ke sana? [03:16.59] Paris pun penuh marabahaya [03:23.59] Dan duka nestapa [03:27.89] Seperti Surabaya [03:37.12]