[00:04.91] (Uh-oh, hu) [00:12.98] (Yeah, yeah) [00:14.86] (Uh-oh, hu, hu) [00:16.93] Dari seribu jalan di dunia [00:21.20] Mengapa berpapasan, bertemu dia? [00:30.65] Inginnya lari, pergi tanpa kata [00:34.61] Menyapa, sudut mata hafal rupanya (Sayang) [00:44.07] Lupa bahwa lupakannya tak mudah [00:49.62] Tapi itu senyuman yang kusuka [00:56.87] Sepertinya sama [00:59.28] Tatapan khas matanya masih yang lama [01:03.59] Kauajak bicara [01:06.48] Seketika kembali ku jatuh cinta [01:12.00] Sialan dia [01:16.33] Sakit dan air mata sia-sia, mm-mm [01:24.12] Dari begitu banyak manusia [01:28.61] Mengapa lagi-lagi dia yang kujumpa? (Mengapa dia yang kujumpa?) [01:38.38] Malam hangat, tapi ku terjaga [01:42.30] Rindukan dirinya, si pusat kecewa, oh-oh [01:51.45] Lupa bahwa lupakannya tak mudah [01:57.06] Tapi menyangkut dia, ku tak bisa [02:04.25] Sepertinya sama [02:06.96] Tatapan khas matanya masih yang lama [02:11.28] Kauajak bicara [02:14.13] Seketika kembali ku jatuh cinta [02:19.42] Sialan dia [02:24.04] Sakit dan air mata sia-sia [02:29.48] Melesat tepat di titik kelemahanku [02:38.23] Letaknya di hati (hati), hatiku ini [02:45.40] Terbaik tetap s'lalu ada singgasana [02:51.52] Tempat untuknya, ho-ah-ah [02:58.54] Sepertinya sama [03:00.99] Tatapan khas matanya masih yang lama [03:05.27] Kauajak bicara [03:08.16] Seketika kembali ku jatuh cinta [03:13.59] Sialan dia [03:18.33] Sakit dan air mata sia (sia) [03:25.58] (Dari begitu banyak manusia) [03:32.76] (Mengapa lagi-lagi hanya dia?) [03:35.96] (Malam yang hangat, tapi ku terjaga) [03:37.33] (Hanyalah dia, si pusat kecewa) [03:39.45] (Dari begitu banyak manusia) dari semuanya [03:43.95] (Mengapa lagi-lagi hanya dia?) Hanya dia [03:47.40] (Malam yang hangat, tapi ku terjaga) oh, dia [03:50.67] Yang buat tidurku tak tentu (hanyalah dia, si pusat kecewa), sialan [03:56.57]