[00:02.07] (Uh-oh, hu) [00:06.19] (Yeah, yeah) [00:08.78] (Uh-oh, hu, hu) [00:16.20] Dari seribu jalan di dunia [00:20.79] Mengapa berpapasan, bertemu dia? [00:29.97] Inginnya lari, pergi tanpa kata [00:34.15] Menyapa, sudut mata hafal rupanya (Sayang) [00:42.49] Lupa bahwa lupakannya tak mudah [00:48.59] Tapi itu senyuman yang kusuka [00:55.94] Sepertinya sama [00:58.40] Tatapan khas matanya masih yang lama [01:02.97] Kauajak bicara [01:05.79] Seketika kembali ku jatuh cinta [01:11.27] Sialan dia [01:15.50] Sakit dan air mata sia-sia, mm-mm [01:23.84] Dari begitu banyak manusia [01:28.10] Mengapa lagi-lagi dia yang kujumpa? (Mengapa dia yang kujumpa?) [01:37.41] Malam hangat, tapi ku terjaga [01:41.69] Rindukan dirinya, si pusat kecewa, oh-oh [01:50.21] Lupa bahwa lupakannya tak mudah [01:56.12] Tapi menyangkut dia, ku tak bisa [02:03.50] Sepertinya sama [02:06.03] Tatapan khas matanya masih yang lama [02:10.56] Kauajak bicara [02:13.40] Seketika kembali ku jatuh cinta [02:19.03] Sialan dia [02:23.03] Sakit dan air mata sia-sia [02:30.75] Melesat tepat di titik kelemahanku [02:36.53] Letaknya di hati (hati), hatiku ini [02:44.27] Terbaik tetap s'lalu ada singgasana [02:50.90] Tempat untuknya, ho-ah-ah [02:57.79] Sepertinya sama [03:00.15] Tatapan khas matanya masih yang lama [03:04.69] Kauajak bicara [03:07.59] Seketika kembali ku jatuh cinta [03:12.96] Sialan dia [03:17.15] Sakit dan air mata sia (sia) [03:25.14] (Dari begitu banyak manusia) [03:28.45] (Mengapa lagi-lagi hanya dia?) [03:31.95] (Malam yang hangat, tapi ku terjaga) [03:35.28] (Hanyalah dia, si pusat kecewa) [03:38.75] (Dari begitu banyak manusia) dari semuanya [03:42.02] (Mengapa lagi-lagi hanya dia?) Hanya dia [03:45.48] (Malam yang hangat, tapi ku terjaga) oh, dia [03:48.43] Yang buat tidurku tak tentu (hanyalah dia, si pusat kecewa), sialan [03:54.42]