Mimpi Berjalan

Iwa K

Memakai piama dia berjalan

Sendiri di tengah malam dengan mata terpejam

Tak peduli dengan tatapan berjuta pasang

Mata makhluk malam yang jahil dan menantang

Tanpa melihat kanan kiri dia menyeberang

Jalanan penuh dengan kendaraan lalu lalang

"Setan!", "Monyet!" teriak si pengemudi dia tetap diam dan tak perduli

Tak pernah puas, dia tetap berjalan

Membelah kota di tengah remangnya malam

Orang menyebutnya "Pejalan Tidur"

Dia tak peduli, dia terus mendengkur

Seperti di malam lain seperti biasa

Mata terpejam namun berjalan dan berbicara

Orang pun mulai terbiasa dengannya

Pejalan tidur, itu dunianya

Hari Selasa pukul lima dini hari

Ketika orang masih dimanjakan dinginnya pagi

Beranjak dari tempat tidurnya lagi

Merasa dirinya adalah seekor sapi

Sapi turun ke jalan, mencari makan

Tapi sapi tak menemukan rerumputan

Semua terasa keras di gigi, huh!

Terasa panas bagaikan bara api

Di malam lain, dia mulai bermimpi lagi

Terbang sebagai burung, Huh! bebas sekali

Dia mulai bingung, ketika hujan turun

Terbang rendah, mencari tempat bernaung

Tak ada pohon, tak ada tetumbuhan

Yang ada hanyalah gedung tinggi yang menjulang

Dia ingin terbangun, dia ingin terjaga

Keluar dari mimpinya yang bagai neraka

Menangislah dan biar berlalu

Dia, dengan mimpinya

Mungkin saja suatu saat nanti

Engkau 'kan mengalami

Aaaa-aa-aa-aa

Aaa-aa-aa-aa

Aaaa-aa-aa-aa

Aaa-aa-aa-aa

Hari Selasa pukul lima dini hari

Ketika orang masih dimanjakan dinginnya pagi

Beranjak dari tempat tidurnya lagi

Merasa dirinya adalah seekor sapi

Sapi turun ke jalan, mencari makan

Tapi sapi tak menemukan rerumputan

Semua terasa keras di gigi, huh!

Terasa panas bagaikan bara api

Di malam lain, dia mulai bermimpi lagi

Terbang sebagai burung, huh! bebas sekali

Dia mulai bingung, ketika hujan turun

Terbang rendah, mencari tempat bernaung

Tak ada pohon, tak ada tetumbuhan

Yang ada hanyalah gedung tinggi yang menjulang

Dia ingin terbangun, dia ingin terjaga

Keluar dari mimpinya yang bagai neraka

Menangislah dan biar berlalu

Dia dengan mimpinya

Mungkin saja suatu saat nanti

Engkau 'kan mengalami

Menangislah dan biar berlalu

Dia dengan mimpinya

Mungkin saja suatu saat nanti

Engkau 'kan mengalami

Unduh .lrc WhatsApp