[00:27.67] Rumah ini dahulu sederhana [00:31.96] Ruang demi ruang dibangun bersama [00:36.14] Angan-angan yang dulu mimpi belaka [00:40.06] Kita gapai segala yang tak disangka [00:44.21] Tak sadar menimbun lebih berharga [00:48.76] Berdiri di atas yang lebih bermakna [00:53.28] Anak tangga yang berlebihan jumlahnya [00:57.76] Mendaki terus entah mau ke mana? [01:01.75] Dan kau selalu bertanya, untuk apa? [01:06.23] Mengelak kerap kutemukan jawabnya [01:10.95] Medusa dan semakin keras kepala [01:15.30] Seakan hidup hanya untuk bekerja [01:19.79] Mengejar mimpi sampai tak punya rasa [01:24.14] Mengejar mimpi sampai lupa keluarga [01:28.49] Mengejar mimpi lupa dunia nyata [01:32.73] Mengejar mimpi tapi tidak bersama [01:36.38] Padahal katanya uang takkan kemana [01:39.71] Jika memang rezeki ya 'kan ditransfer juga [01:43.86] Namun dikejar terus seakan satwa langka [01:48.65] Diprosesnya melintah lupa jadi manusia [01:53.46] Melihat hawa jadi panas lupa cuaca [01:57.22] Tertiup angin buah jatuh digigit juga [02:01.55] Seakan perlu banyak seperti Dewa Siwa [02:06.23] Padahal manusia hanya bertangan dua [02:10.62] Kasur yang luas tapi bangun sendiri [02:14.74] Mobil baru mengkilap tanpa penumpang di kiri [02:19.40] Banyak sepatu minim privasi susah pergi [02:23.60] PS4, nintendo switch tanpa player dua [02:29.42] Dan dahulu kau bertanya, untuk apa? [02:33.72] Lalu kuperhatikan ini semua [02:38.43] Barang mahal yang tidak ada harganya [02:42.49] Dan sekarang, kubertanya untuk apa? [02:46.98] Terlepas apa yang engkau percayai [02:51.47] Tetap takkan ada yang dibawa mati [02:55.45] Kembali ke tanah dan tumbuh cemara [02:59.90] Mana saja harta yang lebih berharga [03:04.73] Terlepas apa yang engkau percayai [03:09.05] Tetap takkan ada yang dibawa mati [03:13.37] Kembali ke tanah dan tumbuh cemara [03:17.79] Mana saja harta yang lebih berharga [03:22.39] Terlepas apa yang engkau percayai [03:26.30] Tetap takkan ada yang dibawa mati [03:30.90] Menimbun surga yang tak bisa dibagi [03:35.27] Akhirnya pun wafat sendiri-sendiri [03:40.02] [03:57.25] Mengangkat ikat rambutmu yang tertinggal [04:03.54] [04:06.39] Di lengan kiri mobilku, terakhir kita menonton [04:15.20] Jariku tak juga kuat, sungguh janggal [04:23.64] Lebih berat dari seribu ton [04:28.62] [04:32.51] Satu dari ribuan hal kecil [04:37.47] Yang sekarang menjadi terampil [04:41.39] Menggosok garam di atas luka [04:45.47] Dulu tak ada apa-apanya [04:49.59] Rute pagi yang dahulu ceria [04:54.05] Menu favorit kini hambar rasanya [04:58.20] Foto yang tak berani dilirik mata [05:02.82] Kontak sekarang jadi sebatas nama [05:07.29] Masing-masing selamat dan bercerita [05:16.01] Namun tidak lagi miliki bersama [05:23.93] Cepat namun sendiri, untuk apa? [05:32.10] Bersama tapi meracuni, untuk apa? [05:40.94] Cepat namun sendiri, untuk apa? [05:49.56] Bersama tapi meracuni, untuk apa? [05:58.31] Cepat namun sendiri, untuk apa? [06:07.03] Bersama tapi meracuni, untuk apa? [06:13.72]