Buah Hati Bunda

Emilia Contessa

Terbenamlah matahari di ufuk sana

Dapatkah kau mengunjungi Tuhan Allahku?

Tanyakanlah mengapa harus diambil-Nya

Terpejamlah mata indah di pangkuanku

Tiada lagi tawa merdu, tangis yang manja

Tak bernafas, terkatup bibirnya yang putih

Kaudengarlah ia panggil-panggil namaku

Oh, kembalikanlah anakku, Tuhan

Buah hati Bunda, mengapa pergi?

Hancur-luluh, remuk-redam tangis hatiku

Buah hati Bunda, bukalah matamu

Lihatlah Bunda, jangan kautinggalkan

Kaulah cantik, kaulah sayang, kaulah impian

Tak inginkah kautemani Ibu yang sepi?

Kaulihatlah bajumu masih di tanganku

Kapan lagi, siapa lagi teman bercanda?

Ho-uh, takkan sanggup aku hidup sendiri

Buah hati Bunda, mengapa pergi?

Hancur-luluh, remuk-redam tangis hatiku

Buah hati Bunda, bukalah matamu

Lihatlah Bunda, jangan kautinggalkan

Lihatlah Bunda, jangan kautinggalkan

Unduh .lrc WhatsApp