Luka Di Pelupuk Mata

Dongker

Berjajar terus meragu

Di bawah rimbun cahaya redup

Menunggu sesiapa

Yang kuat hatinya

(Hey)

(Hey)

(Hey)

(Hey)

Sayang, tampar mukaku

Lihat sekitar

Semua yang tak pernah benar

Kau kira ini cerita cinta?

Maaf hanya nyanyian

Tak berujung deritanya

Tak berujung indah (Ah-ah-ah)

Akulah patriarki

Yang kekar menyelimutimu

Diriku hanya kejujuran

Irama ini tak henti

Dan tak akan pernah berarti

(Hey)

(Hey)

(Hey)

(Hey)

Sayang, tampar mukaku

Lihat sekitar

Semua yang tak pernah salah

Kau kira ini derita siapa?

Kita semua hancur

Tak berujung deritanya

Tak berujung indah (Ah-ah-ah)

Akulah segala nafsu

Yang kerap menyakitimu

Tanpamu dunia penuh tanya

Hari-hari esok adalah milik siapa?

Sayang, tampar mukaku

Berulang kali

Terasa perihnya

Sayang, tampar mukaku

Jangan berhenti

Dunia teramat sakit

Tak berujung deritanya

Kadang bertaruh nyawa (Ah-ah-ah)

Di mana tubuhku?

Siapa diriku oh, sayangku?

Maaf, maaf, maaf

Tak hanya sekali

Di kali kedua kita dibodohi dunia

Keparat

Terpapar dinginnya malam

Tampil busana layak berpesta

Demi kehidupan

Yang kejam menyiksa

Dunia berlari, semua memang sial

Akulah takut yang jahat di antara cinta

Dunia terlipat, semua memang liar

Akulah malu dari semua luka

Jika kau martir, akulah lemah yang tak pernah menang

Unduh .lrc WhatsApp