[00:22.15] Ku tertipu di riuh cinta yang terus membunuh nasibku [00:30.83] Ku terkikis di canda-tawa yang pedih [00:39.55] Oh, kita berdua menari liar, tak perlu alasan [00:47.84] Oh, nyatanya kita hidup tak hanya berdua [00:56.90] Membakar sisa umur, nyalakan semua bara [01:01.16] Hingga mentari terlalu malu tunjukkan sinarnya [01:05.48] Pelukmu pagi itu lebih menenangkan [01:09.91] Ketimbang karya protes yang tak mewakilkan [01:14.28] Malam-malam itu kita semua bercumbu [01:18.56] Merayakan dunia yang t'rus dikerdilkan [01:22.91] Malam-malam ini kita semua bertemu [01:27.33] Merayakan hidup yang harus dirayakan, hu! [01:35.58] [02:07.41] Suaraku hilang dari bumi [02:10.98] Ditelan nilai dan ambisi [02:14.19] Paksa iblis turun dari kursi [02:17.59] Seperti revolusi di Pati [02:21.09] Dan menahan mati tiap pagi [02:24.43] Mencoba korbankan segalanya [02:27.93] Keluarga, karir, dan cintaku [02:31.58] Sering kali tidak jadi penting [02:34.96] Lautan bunga berwarna terang [02:38.24] Ku berharap ku mati di sana [02:41.60] Kutemukan dasarnya yang tajam [02:45.09] Lalu berusaha hidup lagi [02:48.42] Hei, apa benar kau cintaku? [02:51.88] Berulang kali kau tak setuju [02:54.85] Di hiruk-pikuk pajak negara [02:58.72] Yang diembat habis penguasa [03:02.11] Kita berdua bisa saja lari [03:05.52] Berhutang uang di sana-sini [03:09.09] Tak peduli esok akan mati [03:12.07] Atau hidup s'ribu tahun lagi [03:15.85] Lautan bunga berwarna terang [03:19.34] Ku berharap ku mati di sana [03:22.71] Kutemukan dasarnya yang tajam [03:26.15] Lalu berusaha hidup lagi [03:31.72] [03:41.10] Menatapmu di pantulan penuh nafsu [03:48.08] Bukan kar'na kita saling cinta [03:54.76] Segalanya adalah hal-hal yang gila [04:01.68] Dan dunia menyangkalnya [04:04.31] [04:08.24] Apa kita berdua [04:12.08] Benar-benar saling cinta? [04:15.42] Di peliknya [04:18.85] Sakit jiwa, sakit otak, dan hancurnya mental kita [04:22.66]