Uang Titik Kehancuran

Dhyo Haw

Air dicincang, tiada putus

Visual leburkan isi benak

Egoismu 'kan merajai jiwa, eh

Alasan penuhi isi perut

Hancurkan norma berbagai cara

Membutakan hati, nafsu yang bicara

Terbukti meski melebur hati

Meski tangan mencengang, bahu memikul lagi

Saling sikut di hadapan, mencabik hati nurani, oh-ho, eh

Tak perduli meski terantung gantung

Bagaikan biduk patah, kemudi tak terarah

Kar'na setiap berbicara, uang dapat hancurkan segalanya

Hancurkan segalanya, eh

Kar'na uang tak pernah bodohi siapa pun

Hanya bisa menunjukkan siapa kau sebenarnya di muka bumi

Andai bahagia bisa jadi tolak ukur tentang sebuah kekayaan

Mungkin ku paling kaya di muka bumi, tanpa uang

Uang, dan tanpa uang, uang

Kar'na bahagia tak bisa dibeli dengan uang

Bicara api tak pernah dingin

Panasnya luapkan isi benak

Keserakahan membara di jiwa, eh

Alasan penuhi isi perut

Hancurkan norma berbagai cara

Membutakan hati, nafsu yang bicara, eh

Terbukti semua yang di hadapan

Nilai kebenaran kini semakin padam

Bahwa kekuasaan lenyap hanya kar'na sang uang kendalikan, oh-ho, eh

Tak perduli meskipun jati diri

Menguburkan nurani, leburkan manusiawi

Sungguh miris bagai raga hidup tapi s'luruh jiwanya mati

S'luruh jiwanya mati

Kar'na uang tak pernah bodohi siapa pun

Hanya bisa menunjukkan siapa kau sebenarnya di muka bumi

Andai bahagia bisa jadi tolak ukur tentang sebuah kekayaan

Mungkin ku paling kaya di muka bumi

Kar'na uang tak pernah bodohi siapa pun (kar'na uang titik kehancuran)

(Kar'na uang titik kehancuran) hanya bisa menunjukkan

(Kar'na uang titik kehancuran) siapa kau sebenarnya

(Bagi yang diperdaya) di muka bumi

Andai bahagia bisa jadi tolak ukur (kar'na uang titik kehancuran)

(Kar'na uang titik kehancuran) tentang sebuah kekayaan

(Kar'na uang titik kehancuran) mungkin ku paling kaya

(Bagi yang diperdaya) di muka bumi, tanpa uang

Uang, dan tanpa uang, uang

Kar'na bahagia tak bisa dibeli dengan uang

Unduh .lrc WhatsApp