[00:04.92] (Uh-oh, hu) [00:12.99] (Yeah, yeah) [00:14.86] (Uh-oh, hu, hu) [00:16.93] Dari seribu jalan di dunia [00:21.23] Mengapa berpapasan, bertemu dia? [00:30.64] Inginnya lari, pergi tanpa kata [00:34.68] Menyapa, sudut mata hafal rupanya (Sayang) [00:44.04] Lupa bahwa lupakannya tak mudah [00:49.69] Tapi itu senyuman yang kusuka [00:56.84] Sepertinya sama [00:59.24] Tatapan khas matanya masih yang lama [01:03.59] Kauajak bicara [01:06.50] Seketika kembali ku jatuh cinta [01:12.05] Sialan dia [01:16.34] Sakit dan air mata sia-sia, mm-mm [01:24.12] Dari begitu banyak manusia [01:28.63] Mengapa lagi-lagi dia yang kujumpa? (Mengapa dia yang kujumpa?) [01:38.36] Malam hangat, tapi ku terjaga [01:42.35] Rindukan dirinya, si pusat kecewa, oh-oh [01:51.45] Lupa bahwa lupakannya tak mudah [01:57.01] Tapi menyangkut dia, ku tak bisa [02:04.26] Sepertinya sama [02:06.91] Tatapan khas matanya masih yang lama [02:11.29] Kauajak bicara [02:14.17] Seketika kembali ku jatuh cinta [02:19.48] Sialan dia [02:24.08] Sakit dan air mata sia-sia [02:29.42] Melesat tepat di titik kelemahanku [02:38.22] Letaknya di hati (hati), hatiku ini [02:45.47] Terbaik tetap s'lalu ada singgasana [02:51.56] Tempat untuknya, ho-ah-ah [02:58.55] Sepertinya sama [03:00.97] Tatapan khas matanya masih yang lama [03:05.21] Kauajak bicara [03:08.17] Seketika kembali ku jatuh cinta [03:13.58] Sialan dia [03:18.36] Sakit dan air mata sia (sia) [03:25.56] (Dari begitu banyak manusia) [03:32.73] (Mengapa lagi-lagi hanya dia?) [03:35.94] (Malam yang hangat, tapi ku terjaga) [03:37.30] (Hanyalah dia, si pusat kecewa) [03:39.48] (Dari begitu banyak manusia) dari semuanya [03:43.95] (Mengapa lagi-lagi hanya dia?) Hanya dia [03:47.49] (Malam yang hangat, tapi ku terjaga) oh, dia [03:50.64] Yang buat tidurku tak tentu (hanyalah dia, si pusat kecewa), sialan [03:56.58]