[00:05.49] (Uh-oh, hu) [00:09.29] (Yeah, yeah) [00:11.92] (Uh-oh, hu, hu) [00:15.13] Dari seribu jalan di dunia [00:19.48] Mengapa berpapasan, bertemu dia? [00:27.45] Inginnya lari, pergi tanpa kata [00:33.84] Menyapa, sudut mata hafal rupanya (Sayang) [00:41.60] Lupa bahwa lupakannya tak mudah [00:49.09] Tapi itu senyuman yang kusuka [00:55.73] Sepertinya sama [00:58.19] Tatapan khas matanya masih yang lama [01:02.76] Kauajak bicara [01:05.92] Seketika kembali ku jatuh cinta [01:11.31] Sialan dia [01:15.52] Sakit dan air mata sia-sia, mm-mm [01:22.80] Dari begitu banyak manusia [01:27.88] Mengapa lagi-lagi dia yang kujumpa? (Mengapa dia yang kujumpa?) [01:36.75] Malam hangat, tapi ku terjaga [01:42.04] Rindukan dirinya, si pusat kecewa, oh-oh [01:50.01] Lupa bahwa lupakannya tak mudah [01:56.45] Tapi menyangkut dia, ku tak bisa [02:03.71] Sepertinya sama [02:06.18] Tatapan khas matanya masih yang lama [02:10.46] Kauajak bicara [02:13.38] Seketika kembali ku jatuh cinta [02:19.24] Sialan dia [02:22.99] Sakit dan air mata sia-sia [02:31.02] Melesat tepat di titik kelemahanku [02:37.16] Letaknya di hati (hati), hatiku ini [02:42.56] Terbaik tetap s'lalu ada singgasana [02:50.51] Tempat untuknya, ho-ah-ah [02:57.76] Sepertinya sama [03:00.26] Tatapan khas matanya masih yang lama [03:04.54] Kauajak bicara [03:07.49] Seketika kembali ku jatuh cinta [03:13.55] Sialan dia [03:18.49] Sakit dan air mata sia (sia) [03:25.63] (Dari begitu banyak manusia) [03:30.95] (Mengapa lagi-lagi hanya dia?) [03:34.78] (Malam yang hangat, tapi ku terjaga) [03:36.06] (Hanyalah dia, si pusat kecewa) [03:39.24] (Dari begitu banyak manusia) dari semuanya [03:49.63] (Mengapa lagi-lagi hanya dia?) Hanya dia [03:50.49] (Malam yang hangat, tapi ku terjaga) oh, dia [03:51.35] Yang buat tidurku tak tentu (hanyalah dia, si pusat kecewa), sialan [03:57.96]