[00:02.46] Uh-wo, uh [00:05.22] [00:16.55] Dari seribu jalan di dunia [00:20.70] Mengapa [00:23.30] Berpapasan, bertemu dia? [00:29.73] Inginnya lari pergi tanpa kata [00:34.08] Menyapa [00:36.86] Sudut mata hafal rupanya [00:43.02] Lupa bahwa lupakannya tak mudah [00:48.72] Tapi itu senyuman yang kusuka [00:56.12] Sepertinya sama [00:58.60] Tatapan khas matanya masih yang lama [01:02.77] Kau ajak bicara [01:05.76] Seketika kembali kujatuh cinta [01:11.84] Sialan dia [01:15.61] Sakit dan air mata sia-sia [01:23.86] Dari begitu banyak manusia [01:28.30] Mengapa lagi-lagi dia yang kujumpa? [01:37.49] Malam hangat tapi kuterjaga [01:41.76] Rindukan dirinya si pusat kecewa, ha-ha, ha [01:50.79] Lupa bahwa lupakannya tak mudah [01:56.45] Tapi menyangkut dia, ku tak bisa [02:03.68] Sepertinya sama [02:06.23] Tatapan khas matanya masih yang lama [02:10.46] Kau ajak bicara [02:13.36] Seketika kembali kujatuh cinta [02:19.01] Sialan dia [02:23.06] Sakit dan air mata sia-sia [02:31.05] Melesat tepat di titik kelemahanku [02:36.83] Letaknya di hati, hatiku ini [02:44.28] Terbaik tetap selalu ada singgasana [02:50.85] Tempat untuknya, ha-ha-ha [02:57.79] Sepertinya sama [03:00.22] Tatapan khas matanya masih yang lama [03:04.85] Kau ajak bicara [03:07.38] Seketika kembali kujatuh cinta [03:12.75] Sialan dia [03:17.24] Sakit dan air mata sia-sia [03:25.33] (Dari begitu banyak manusia) [03:28.19] (Mengapa lagi-lagi hanya dia?) [03:32.05] (Malam yang hangat tapi kuterjaga) [03:34.85] (Rindukan dirinya si pusat kecewa) [03:38.27] (Dari begitu banyak manusia) dari semuanya [03:42.13] (Mengapa lagi-lagi hanya dia?) hanya dia, oh, dia [03:48.32] Yang membuat tidurku tak tentu [03:51.01] Sialan! [03:54.55]